"sumpah aku mau kuliah difakultas itu. mungkin memang takdirku masuk jurusan itu. Sumpah aku yakin aku harus masuk situ gak boleh ada yang ngeraguin lagi!"
pas ngomong gitu, sebenarnya aku ragu sama ucapanku sendiri. Sebenarnya, hati, pikiran dan mulutku bertentangan. Yang mau aku omongin sebenarnya adalah
"sumpah aku ragu sama ucapanku sendiri. Aku masih bingung mau kuliah dimana!"
Dan pertanyaannya, kenapa harus pakai sumpah segala sih?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar