HAI.
Saya kira, acara hari ini adalah leyeh-leyeh dikasur seharian (lagi) atau bakar-bakar. Ternyata, bapak ngajak kami sekeluarga ke pantai pakis yang terletak di karawang.
Menggunakan kendaraan pribadi, ada 9 orang yang ikut (hahaha, iya, empet-empetan!)
sudah lama sekali sejak bertahun-tahun yang lalu saya nggak pergi ke pantai. Terakhir kali...... Lupa!
sebelum pergi ke pantai, kami pergi ke candi jiwa. Candinya terletak ditengah sawah penduduk. Hanya sebentar kemudian melanjutkan perjalanan lagi.
Perjalanan menuju lokasi pantai bukanlah sesuatu yang mudah (setidaknya bagi saya). Jalan yang dilalui sangat ancur (bikin perut dioyak-oyak, ngeselin!) Kata bapak, pantainya bagus.
Oh, tentu saja. Karena segala yang pahit diawal selalu berbuah manis, biasanya.
Jalanan yang belum diaspal, akses yang masih sulit membuat saya ngedumel sepanjang perjalanan. Inikan tempat pariwisata daerah, kenapa sih pemerintah nggak menyediakan dana untuk perbaikan jalan? Senggaknya kalau jalannya bagus dan pantainya lebih bagus lagi, akan mendatangkan wisatawan yang banyak. Dan itu berdampak positif bagi orang-orang yang bekerja di daerah sekitarnya, pantai semakin ramai, semakin terkenal, wisatawan senang. Yah, okelah mungkin suatu hari nanti akan diperbaiki, doakan aja! :))
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan, akhirnya kami sampai.
Pantainya lumayan bagus kok, nggak zonk-zonk amat. airnya berwarna kecoklatan seperti air kali. Kata ibu, tiga tahun lalu warna airnya bening.
Dan pasirnya penuh dengan sampah dan kerang. Sepertinya, beberapa hari yang lalu ada acara sedekah laut (bener gak ya istilahnya?) Karena ada bekas perahu yang biasa digunakan dalam acara seperti itu. Mungkin itu pula yang membuat banyak sampah berserakan.
Karena pasirnya panas (saya sampai sekitar jam 2, ha!) Saya nggak bisa deh beralay ria seperti teman-teman (re: menulis nama diatas pasir salah satunya, hahaha.)
Saya, adik dan kakak sepupu memutuskan untuk berenang, tak peduli kalau setelah itu kulit menjadi belang. Kapan lagi resfreshing seperti ini? :)
Disana, banyak yang menyediakan perahu balon. Kami menyewanya satu. Saat itu, saya tiduran diatas perahunya sendirian. Membiarkan diri saya terombang-ambing dibawa ombak. Adik dan kakak sepupu sedang berlatih menendang diair, yang entah buat apa fungsinya.
Saya masih menikmati semilir angin yang berhembus sambil sesekali menyentuh air laut yang keruh. Tiba-tiba, saya teringat sama TP tentang perahu dan gulungan ombak. Oh, my... teringat hal seperti itu lagi saat ditempat refreshing? Nyebelin!
Saya semakin menikmati ayunan perahu yang membawa saya penuju pesisir, menikmati bau laut yang khas dan suara ombak nan merdu. jika dalam suatu kondisi saya menaiki perahu kecil dan dibawa arus laut, saya akan bertahan atau mencari pertolongan? Pikir saya.
Dan saya mungkin akan mencari pertolongan. Tapi sepertinya sebelum mencari pertolongan, saya harus usaha terlebih dahulu. Karena tidak ada yang dapat mendengar jeritan minta tolong saat saya ditengah laut--suara ombak terlalu keras.
memikirkannya, membuat saya jadi pusing sendiri :((
Maka saya memutuskan untuk bermain air, berharap segala tanya didalam pikiran menemukan jawabannya sendiri.
Kembali ke pantai.
Intinya, pantai pakis adalah pantai yang lumayan indah. Tidak akan menyesal jika pergi kesana. Pantai pakis juga mengajarkan saya, selalu ada kebahagiaan setelah perjalanan panjang yang sulit dilalui. Saya percaya itu dalam segala hal. Maka, mari kita nikmati perjalanannya, seberat apapun. Selamat malam! :)
Selasa, 15 Oktober 2013
Pantai pakis, kesabaran selalu berbuah manis
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar